tetua

bola api yang memenas didalam hati
bumi yang riuh dan tak pernah sepi
memicu amarah bergolak dini

sebuah kata yang di dengarpun
kan terdengar sebagai umpatan

menimbulkan perselisihan tak terhenti
dan hanya membela diri sendiri
tanpa memperhatikan fakta yang terjadi

tak mengharapkan komunikasi
hanya menginginkan tuk dimengerti
tanpa berusaha memahami
seperti air yang mengalir menuju hilir
berjalan satu arah dan terus mengalir

satu kata pun akan ambigu
saat kau mengucap kan seperti bunga salju
namun saat kau mendengar kan,
kata itu tak lebih baik dari kotoran kerbau




Komentar

Posting Komentar